Monday, October 4, 2010

Telepon Rindu

Telepon Rindu 

Dari iskandar@rileks.com :
Sepasang pengantin baru terpaksa berpisah sementara waktu karena
sang suami mendapat tugas keluar kota. Suatu malam, terdorong rasa
rindu yang amat sangat, sang istri menelpon suaminya. Mereka pun
segera larut dalam percakapan yang mesra dan intim. "Mas, saking
rindunya, aku sekarang memakai kemeja warna putih yang biasa kamu
pakai untuk bekerja. Rasanya seperti berada dalam dekapanmu". Sang
suami pun segera menyahut, "Kalau begitu sama dong, aku sekarang
sedang memakai bra dan celana dalam warna hitammu yang sexy itu".

Kisah Tono dan Toni 

Dari errixx@astaga.com :
Pada suatu hari, mobil Tante Lisa mogok disebuah desa terpencil.
Hari saat itu telah gelap dan hujan turun rintik-rintik.  Karena tidak
ada bengkel yang dekat, akhirnya Tante Lisa mengunjungi sebuah
rumah yang ada dipinggir jalan dan mengetuk pintunya.
"Selamat malam," Kata wanita itu ketika si tuan rumah membuka pintu.
" Maaf, Pak, mobil saya mogok dan tidak ada bengkel buka malam-
malam begini.  Boleh saya menginap barang sehari disini?"
"Silakan, Nyonya," jawab Tuan Rumah, kemudian ia memanggil seseorang.
" Toni, kesini, antar nyonya ini kekamarnya. Toni adalah anak kembar saya,
kakaknya bernama Tono."
Singkat cerita, Tante Lisa akhirnya menginap dirumah orangtua Toni dan
Tono.  Karena udara sangat dingin, wanita kota itu mendambakan `kehangatan`
lain, dari laki-laki.  Kemudian ia teringat si pemuda kembar  Toni dan Tono.
Perlahan-lahan ia keluar kamar dan mengetuk kamar lain dimana dua pemuda
itu beristirahat. "Toni, Tono.  Maukah kamu bermain cinta dengan saya?" Kata
Tante Lisa ketika ia sudah berada dikamar.  "Tapi karena saya tidak mau hamil,
kamu berdua sebaiknya memakai kondom!"
Akhirnya mereka bertiga melakukan `kegiatan` malam tersebut.  Lama cerita,
tiga puluh tahun kemudian Toni dan Tono, yang sudah menjadi kakek-kakek,
sedang bersantai di teras rumah.
"Toni, ingatkah kamu kepada Tante Lisa 30 tahun yang lalu?" Kata Tono membuka
percakapan. "Ya, aku ingat. Kenapa?" "Dan omongannya bahwa ia menyuruh kita
memakai kondom karena tidak mau hamil. Ingatkah kau?"
"Ya, aku ingat.  Masa bodo ia mau hamil atau tidak."
"Aku juga tidak mau tahu,"  Tono menarik nafas panjang. "Karena itu, mari kita
buka kondom ini sekarang." 

No comments:

Post a Comment